Bolehkah Perempuan Mengerjakan Salat Zuhur Di awal Waktu Pada Hari Jum’at?

Oleh: Siti Masyitoh

Kapankah waktu mengerjakan Salat Zuhur bagi perempuan pada hari Jum’at? Apakah harus menunggu selesainya Salat Jum’at? Atau bisakah mengerjakannya diawal waktu Zuhur tanpa menunggu Salat Jum’at selesai? Sebagian perempuan berpendapat bahwa mengerjakan salat Zuhur dihari Jum’at harus menunggu selesainya Salat Jum’at bahkan mereka berkeyakinan jika mengerjakan salat Zuhur diawal waktu itu tidak sah. Namun sebagian yang lain berpendapat sebaliknya, mereka mengatakan bahwa mengerjakan salat Zuhur pada hari Jum’at sama seperti mengerjakan nya di hari lain, tidak perlu menunggu Salat Jum’at selesai. Lalu, kapankah sebenarnya waktu pelaksanaan salat Zuhur pada hari Jum’at bagi wanita menurut syariat?

Kita telah mengetahui bersama bahwa Salat Jum’at tidaklah diwajibkan bagi muslimah. Seperti yang telah dijelaskan dalam hadis Rasulullah Saw. Dari Thariq bin Syihab dari Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda :

الجمعة حق واجب على كل مسلم في جماعة الا اربعة: عبد مملوك او امراة او صبي او مريض

“ Salat Jum’at itu wajib bagi setiap muslim secara berjamaah kecuali empat orang : budak, wanita, anak kecil, dan orang sakit.” (H.R. Abu Dawud No.1067 Syekh Albani mengatakan bahwa hadis ini sahih)

Dari hadis di atas kita dapat mengetahui bahwasanya Salat Jum’at tidak diwajibkan bagi perempuan, namun jika ada perempuan yang ingin melaksanakannya sangat dibolehkan dengan catatan perempuan tersebut tidak mengundang syahwat para lelaki muslim yang melaksanakan Salat Jum’at. Untuk perempuan yang tidak melaksanakan Salat Jum’at maka wajib baginya mengerjakan Salat Zuhur empat rakaat. Lalu kapankah waktu mengerjakan nya?

Syekh Abdul Aziz bin Baz berkata: “Kapan wanita itu melaksanakan Salat Zuhur pada hari Jum’at? Yaitu ketika sudah masuk waktu zuhur. Salat Zuhur wanita ini tidak ada kaitannya dengan Salat Jum’at laki-laki. Jika sudah masuk waktu Zuhur yang biasa terdengar azan Zuhur pada waktu itu atau ditandai dengan tergelincirnya matahari ke arah barat, tentu saja hal ini dilakukan dengan melihat kondisi matahari. Maka wanita boleh melaksanakan Salat Zuhur ketika itu tanpa mesti mengikuti Salat Jum’at laki-laki. Kalau para wanita melakukan sebelum atau setelah Iqamah Salat Jum’at, selama itu sudah masuk waktu Zuhur, maka tidaklah masalah. Intinya, salat wanita pada waktu itu tidak ada sama sekali kaitannya dengan Salat Jum’at nya laki-laki. Akan tetapi yang mesti diperhatikan adalah waktu Salat Zuhur itu benar-benar sudah masuk dan itu mestinya diperhatikan dengan seksama.”

Dalam hadis Abdullah bin Umar berikut, Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda:

وقت الظهر اذا زالت الشمس و كان ظل الرجل كطوله ما لم يحضر العصر

“Waktu Zuhur dimulai saat matahari tergelincir ke barat (waktu zawal) hingga bayangan seseorang sama dengan tingginya dan selama belum masuk waktu asar.” (H.R. Muslim no 612)

Dan jika dilihat dari praktek yang dilakukan oleh Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa salam, beliau mengerjakan Salat Zuhur setelah tergelincirnyai matahari ke arah barat. Dalam hadis Jabir bin Tsamuroh, ia berkata:

“ Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa salam mengerjakan Salat Zuhur ketika matahari telah tergelincir ke arah barat.” (H.R. Muslim No. 610)

Maka, dapat disimpulkan dari beberapa penjelasan yang sudah diterangkan di atas, bahwasanya pelaksanaan Salat Zuhur bagi perempuan pada hari Jum’at sudah bisa dilakukan diawal waktu Zuhur tanpa harus menunggu selesai Salat Jum’at. Adapun pendapat yang menyatakan bahwa Salat Zuhur bagi perempuan baru bisa dilaksanakan setelah Salat Jum’at selesai adalah mereka yang mayoritas lokasi tempat tinggalnya berada dekat dengan masjid atau lapangan yang digunakan untuk Salat Jum’at. Hal itu dikarenakan saat berlangsungnya Salat Jum’at mereka ikut serta mendengarkan khutbah Jum’at tersebut, karena inilah mereka mengerjakan Salat Zuhur setelah Salat Jum’at selesai.

Kuy Bagikan!