Foto diambil dari google

Hard Work dan Team Work dalam Satu Ayat Al-Qur’an

Al-Qur’an pada hakikatnya adalah energi tauhid, moral, perilaku, dan sikap. Seandainya manusia mau merenungi dan mengamalkan satu ayat saja, akan terjadi perubahan besar atau “revolusi mental” pada dirinya. Dalam kitab lathaif al-Qur’an wa al ‘arabiyyah terdapat satu bab berjudul “hikamun ‘ajibatun fi ayatin karimatin”. Bab tersebut mengupas satu ayat saja, tetapi menyimpan energi dahsyat. Misalnya sebagai berikut.

Para pakar ahli manajemen dan pengembangan manusia atau HRD (Human Resource Development) berpendapat bahwa untuk mewujudkan tujuan, haruslah ada program keberhasilan yang berdasarkan pilar-pilar ilmiah. Pilar-pilar ilmiah tersebut adalah sikap positif (positive attitude), kerja tim (team work), pengetahuan (knowledge), kerja keras (hard work), dan keyakinan hubungan pribadi dengan Sang Pencipta (Spritual).

Ada hikmah ajaib dalam satu ayat al-Qur’an pada ayat ini. Yaitu pada ayat:

اذْهَبْ أَنْتَ وَأَخُوكَ بِآيَاتِي وَلَا تَنِيَا فِي ذِكْرِي

Pergilah kamu beserta saudaramu dengan membawa ayat-ayat-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku (Thaha [20]:42)

Ayat ini, jika direnungi lebih jauh, membawa pesan besar untuk pengembang dan mutu seseorang. Coba, deh, perhatikan:

{ اذْهَبْ} : Pergilah, berangkatlah.

Berisi ajaran moral untuk memporak porandakan sifat-sifat negatif, membangun keaktifan dan kedinamisan, sikap yang positif (positive attitude). Kata “Pergilah”, mengisyaratkan pergi, hijrah, bergerak, dari sikap statisme menuju “aktif-dinamis”. Action. Tidak berpangku tangan. Dari diam menuju gerak.

{ أَنْتَ وَأَخُوكَ } : Engkau dan saudaramu.

Mereduksi egosentris dan individualisme serta membangun kerja kolektif (team work). Kata “Engkau dan saudaramu” memberi isyarat kerja dalam sebuah tim. Bersatu padu menuju kekuatan. Bukan sendiri-sendiri.

{ بِآيَاتِي} : Dengan ayat-ayat-Ku.

Menghapus kebodohan dan tak punya arah, membangun pengetahuan, manhaji, terprogram, dan mempunyai visi-misi. Yaitu beralaskan ilmu pengetahuan (knowledge).

{ وَلَا تَنِيَا} : Dan jangan kalian berdua lupa.

Mendelegimitasi kemalasan, membangun hasrat, pengorbanan, dan kerja keras (hard work).

{ فِي ذِكْرِي } : mengingat-Ku.

Menghancurkan materialisme semata dan membangun “spritual rabbaniah” (obvious aim). Jadikan segala sesuatu berdasar pada niat mengingat, menyebut, dan membesarkan nama-Nya.

Itu hanya satu ayat saja, menjamin program kehidupan untuk kita. Lantas, bagaimana jika seluruh al-Qur’an? Sudahkan kita mengamalkan lima pilar keberhasilan ini? Sudahkan kita membaca al-Qur’an hari ini?

Sumber: Lathaif al-Qur’an wa al-‘Arabiyyah

Kuy Bagikan!