Foto diambil dari Google

Kurban Cukup Sekali Seumur Hidup?

Ibadah kurban merupakan suatu ritual penyembelihan hewan dalam agama Islam yang biasa dilakukan oleh setiap individu seorang muslim sebagai persembahan kepada Allah SWT. Sejatinya kurban berasal dari kata bahasa Arab yaitu “qaruba-yaqrubu-qurbatan-wa qurbaanan” yang bermakna dekat, maka seseorang yang berkurban ditujukan untuk dekat kepada Allah SWT.

Sedangkan dalam istilah lain kurban juga dikenal dengan udhiyah atau dhahiyah yang berarti hewan sembelihan. Sedangkan Syaikh Wahbah Zuhaili mendefinisikan kurban ialah suatu hewan sembelihan tertentu yang disembelih di waktu tertentu ditujukan untuk Allah SWT. Maka tak semua hewan sembelihan dapat dijadikan kurban, hanya beberapa saja yang dapat dikategorikan hewan kurban di antaranya: unta, sapi, kambing dan domba.

Adapun hukum dari berkurban itu sendiri para ulama berbeda pendapat, menurut mayoritas ulama hukum berkurban ialah sunnah muakkadah yang tertuju bagi setiap individu. Namun berbeda menurut Imam Abu Hanifah yang menyatakan bahwa berkurban merupakan kewajiban bagi setiap individu. Dari itu semua dapat disimpulkan bahwa berkurban adalah tuntutan bagi setiap muslim atau individu yang beragama Islam.

Sayangnya, ada distorsi dalam memahami hukum itu sendiri. Pasalnya yang tersebar di masyarakat luas ialah bahwa setiap muslim disunnahkan sekali dalam seumur hidupnya untuk melakukan kurbannya. Sehingga mereka beranggapan bahwa apabila seseorang sudah berkurban di tahun ini, maka tidak perlu lagi berkurban di tahun-tahun berikutnya. Padahal hal tersebut bertentangan dengan sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:

“Siapa yang dilapangkan rezekinya, kemudian ia tak berkurban. Maka jangan mendekati tempat shalat kami”. (H.R. Ahmad & Ibnu Majah)

Hadis ini menjelaskan tentang anjuran yang kuat mengenai berkurban bagi siapapun yang memiliki keluasan rezeki, tentunya keluasan rezeki itu bukan berlaku hanya sekali dalam hidupnya, akan tetapi setiap tahunnya.

Hadis di atas menjawab kekeliruan dalam memahami hukum dari berkurban, karena faktanya perintah atau anjuran tersebut berlaku pada setiap tahunnya bagi setiap muslim yang mampu melaksanakannya.

Kuy Bagikan!