Menyebut Allah di Pagi dan Sore Hari

Apa yang anda rasakan ketika guru anda atau orang yang anda kagumi menyebut nama anda atau menyebut kebaikan anda? Ketika guru sedang memberi pengajian atau mengajar di suatu majlis tiba-tiba di tengah majlis guru anda menyebut nama anda, menyebut kebaikan anda, apa yang anda rasakan? Atau kawan, sahabat, kekasih atau orang yang anda kagumi menyebut (menge-tag) nama anda di akun sosial media mereka, apa yang anda rasakan? Apa anda merasakan kesenangan, kenyamanan dalam hati dan bersyukur? Jika iya, maka bagaimana jika Allah yang menyebut anda? Sebagaimana terdapat pada surat al-baqarah ayat 153:

فَاذْكُرُوْنِيْ أَذْكُرْكُمْ

Maka sebutlah Aku, Aku pun akan menyebutmu

Tentu hal itu akan lebih menyenangkan dan menentramkan. Lebih-lebih ketika Allah menyatakan cinta kepada hamba-Nya dan menyebutnya di hadapan para malaikat dan menyeruh mereka untuk mencintai hamba-Nya, sebagaimana dalam hadis: Rasulullah SAW bersabda: “apabila Allah mencintai seorang hamba maka Ia menyeru Jibril: sesunggunya Allah telah mencintai si Fulan maka cintailah ia. Maka Jibril pun mencintainya, kemudian Jibril menyeru penghuni langit: sesungguhnya Allah telah mencintai si Filan. Maka penghuni langit pun mencintainya. Kemudian dikaruniakan kepadanya keridhaan penduduk bumi” (HR Bukhari-Musim).

Kuncinya adalah menyebut Allah jika anda ingin disebut oleh-Nya. Apabila anda merasa senang ketika nama anda atau kebaikan anda disebut oleh orang yang anda kagumi; guru, sahabat atau kekasih, bagaimana jika Allah yang menyebut anda? Pasti rasa senang dan nikmat yang diperoleh berlipat-lipat. Oleh karenanya ketika seorang sahabat mengadu kepada Rasulullah SAW akan banyaknaya amalan-amalan sunnah yang disyariaatkan sehingga ia tak mampu melaksanakan semuanya, kemuadian ia meminta wejangan kepada Nabi SAW akan amalan yang mudah ia kerjakan dan bisa di dawam kan, lantas Nabi SAW menjawab:

لَا يَزَالُ لِسَانُكَ رُطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللهِ

(hendaklah) lisanmu selalu basah karena menyebut Allah

Maka hendaknya seorang hamba selalu membiasakan lisannya dan hatinya untuk selalu menyebut Allah, karena dengan menyebut-Nya seorang hamba akan disebut oleh-Nya dan di situlah kesenangan, ketentraman dan kenikmatan akan diperoleh sebagaimana firman Allah dalm surat ar-ra’d ayat 28: “ketahuliah dengan menyebut Allah hati menjadi tentram”. Dan sungguh Rasulullah SAW telah mengajarkan banyak dzikir agar seorang hamba senantiasa meyebut Allah. Salah satu yang beliau ajarkan adalah dzikir pagi dan sore hari, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَالَ حِيْنَ يُصْبِحُ أُوْ يُمْسِيْ: اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَلَائِكَتَكَ وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لَا إِلَهَ إَلَّا أَنْتَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ. أَعْتَقَ اللهُ رُبُعَهُ مِنَ النَّار، فَمَنْ قَالَهَا مَرَّتَيْنِ أَعْتَقَ اللهُ نِصْفَهُ، وَمَنْ قَالَهَا ثَلَاثًا أَعْتَقَ اللهُ ثَلَاثَةَ أَرْبَاعِهِ، وإِنْ قَالَهَا أَرْبَعًا أَعْتَقَهُ اللهُ مِنَ النَّارِ

Siapa membaca ketiga pagi dan sore hari: ya Allah sesungguhnya pagi ini aku menjadikan-Mu saksi dan menjadikan penopang Arsy-Mu, malaikat-malaikat-Mu dan seluruh cipataan-Mu saksi bahwa Engkau Allah tiada tuhan selain Engkau dan Muhammad adalah hamba-Mu dan utusan-Mu. Maka Allah akan membebaskan seperempat dirinya dari api neraka, jika membaca dua kali maka Allah membebaskan setengah dirinya, jika membaca tiga kali maka Allah membebaskan tiga perempat dirinya, jika membaca empat kali maka dirinya akan dibebaskan oleh Allah  dari neraka. (HR Abu Dawud)

Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah (W. 57 H):

عن النبي صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ كَانَ يَقُوْلُ إِذَا أَصْبَحَ: اللَّهُمَّ بِكَ أًصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ. وَإِذَا أَمْسَى قَالَ: اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

Dari Nabi SAW bahwa beliau selalu membaca ketika pagi hari: ya Allah dengan seizin-Mu lah kami mengalami pagi dan sore, dan dengan seizin-Mu lah kami hidup dan mati. Dan ketika sore beliau membaca: ya Allah dengan seizin-Mu lah kami mengalami sore dan pagi, dan dengan seizin-Mu lah kami hidup dan mati dan kepada-Mu lah kami dibangkitkan. (HR Abu Dawud)

Itulah dzikir pagi dan sore yang Rasulullah SAW ajarkan. Masih banyak riwayat lain yang mengenai dzikir pagi dan sore, namun cukup dua riwayat saja sebagai penggerak untuk selalu menyebut Allah pada pagi dan sore hari. Pada intinya semua dzikir dan doa yang Rasulullah SAW ajarkan tidak lain adalah agar kita selelu berdzikir kepada Allah sebagaimana beliau selalu berdzikir kepada-Nya di setiap waktu. Semoga Allah selalu menolong kita untuk senantiasa menyebut (berdzikir) kepada-Nya. Wallahu A’lam.

Kuy Bagikan!